Bisakah Kita Berhenti Saling Menyakiti?

 

Setelah sekian lama bungkamku pada apa saja yang terjadi, bisakah hari ini aku sedikit bersuara perihal bagaimana bentuk hatiku yang tidak lagi utuh ini?


Aku, perempuan yang kau patahkan kesekian kali. Yang kau buat remuk dadanya, yang kau hancurkan mimpi-mimpinya, yang bahkan tidak sedikitpun punya ruang untuk mengasihani diri sendiri. Aku sudah seperti ini namun tidak pernah memiliki keberanian untuk pergi. Bukan sebab karena aku terlalu mencintai, hanya saja aku terlalu takut jika perpisahan itu benar-benar terjadi. Aku yang tidak siap meratapi sepi ternyata justru membuatku semakin menjadi-jadi. Besar harapanku agar kau sedikit mengerti. Bahwa aku telah jauh kehilangan diriku hanya untuk bertahan pada kisah ini. Tetapi kepalamu sepertinya sudah membatu, melihatku seperti sedang melacurkan diri untuk memenuhi segala inginmu tanpa belas kasih.

 

Sedari awal aku tau, matamu tidak pernah menatapku dengan cinta yang sama. Sekeras apapun usahaku untuk membuatmu jatuh cinta, tetap saja kau melihatku seperti budak asmara. Kau bisa semaunya sedang aku tidak bisa apa-apa. Bahkan hanya untuk sekedar mencariku saat aku sedang hilang arah sekalipun, apa pernah? Tentu saja tidak. Kau datang padaku hanya ketika inginmu harus kupenuhi tanpa tapi. Namun sekali lagi, aku seperti sedang membodohi diri dengan tetap mengikuti.

 

Lantang dalam hati, bisakah kita berhenti untuk saling menyakiti?

 

Aku ingin berhenti bukan sebab aku tidak lagi mencintai. Aku hanya ingin menemukan diriku kembali jauh sebelum kau merajai. Bagaimana mungkin kita tidak saling menyakiti? Kau pun sedang menyakiti dirimu dengan mempertahankan kisah ini sebab kau tau aku takut pada sepi. Sedang aku seperti tercambuk api setiap hari melihat segala bentuk penghianatan didepan kepalaku sendiri. Bisakah kita cukupkan ini?

 

Percayalah bahwa aku hanya ingin bernafas tanpa cekat. Kembali melangkahkan kakiku tanpa tertatih-tatih. Meski kutau aku akan berteman dengan sepi hingga waktu yang tidak kuketahui. Namun rasanya itu jauh lebih baik dari tetap bertahan dengan kisah ini. Agar kita juga tidak saling menyakiti lagi. Sembari aku menemukan diriku dan hidupku jauh sebelum kau lukai. Meski aku tau, kau akan abadi. Sebagai pelajaran yang tidak ingin kuulang lagi.

Komentar