Ntah darimana aku harus memulai semuanya. Hatiku beku, bibirku tak sanggup lagi katakan apa yang seharusnya ku katakan. Ingin rasanya berteriak mengungkapkan rasa yang sulit untuk dijelaskan. Betapa tidak, aku baru saja merasa bahwa kebahagiaan pada akhirnya memihakku. Namun nyatanya, kebahagiaan itu hanya sekedar angin lalu. Pergi membawa kepingan hati yang utuh dan meninggalkan ribuan luka bersama kenangan.
Mencoba berkata bahwa "Aku baik-baik saja" ternyata memang sulit. Melepas yang telah tergenggam itu tidak mudah dan tidak akan pernah mudah. Yah.. semua memang telah terjadi. Penyesalan pun rasanya percuma untuk dirasakan. Harapan demi harapan yang pernah ku terbangkan, kini harus rela untuk dihancurkan. Teringat jelas, bagaimana kamu hadir menyusun kepingan hati yang sempat hancur berserakan. Dan ketika kepingan itu telah tersusun, kamu pergi dengan mengobrak abrik kembali kepingan yang sebelumnya telah kau susun rapi. Tak bisakah kau bayangkan, bagaimana rasanya menjadi seorang perempuan yang harus kembali kehilangan harapan?
Ini memang bukan kali pertama aku mencicipi luka, namun rasanya aku seperti baru pertama kali terluka. Tidak munafik jika aku merasa hancur. Yah.. masalalumu mengikat hatimu hingga tak sedikitpun celah bagiku untuk mengisi setiap sudut ruang hatimu. Sekali lagi, aku harus kembali belajar arti mengikhlaskan. Kamu memilih pergi, melepas genggamku untuk kenanganmu. Memilih bertahan dengan bayang masalalu yang kutahu melekat dalam jiwamu. Dalam diam hatiku penuh tanya, Apakah aku hanya seorang yang kau korbankan untuk menjadi pelarian? Tidakkah kau mengerti, boneka kecilmu ini pada akhirnya mencintaimu dengan ketulusan?
Kenyataan membuka mataku. Bahwa karena aku hanya seorang pelarian, maka tidak sepantasnya aku menuntut banyak hal, termasuk dicintai. Walaupun celakanya, aku masih saja mencintaimu. Namun aku percaya, skenario Tuhan dalam hidupku kelak akan indah pada waktunya. Terimakasih untuk berjuta kenangan diwaktu yang singkat kemarin. Semoga pilihanmu takkan membuatmu menyesali kelak. Pergilah.. Dan aku akan merelakanmu. Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan hatiku. Doaku menyertai langkahmu, Mas. :')
Mencoba berkata bahwa "Aku baik-baik saja" ternyata memang sulit. Melepas yang telah tergenggam itu tidak mudah dan tidak akan pernah mudah. Yah.. semua memang telah terjadi. Penyesalan pun rasanya percuma untuk dirasakan. Harapan demi harapan yang pernah ku terbangkan, kini harus rela untuk dihancurkan. Teringat jelas, bagaimana kamu hadir menyusun kepingan hati yang sempat hancur berserakan. Dan ketika kepingan itu telah tersusun, kamu pergi dengan mengobrak abrik kembali kepingan yang sebelumnya telah kau susun rapi. Tak bisakah kau bayangkan, bagaimana rasanya menjadi seorang perempuan yang harus kembali kehilangan harapan?
Ini memang bukan kali pertama aku mencicipi luka, namun rasanya aku seperti baru pertama kali terluka. Tidak munafik jika aku merasa hancur. Yah.. masalalumu mengikat hatimu hingga tak sedikitpun celah bagiku untuk mengisi setiap sudut ruang hatimu. Sekali lagi, aku harus kembali belajar arti mengikhlaskan. Kamu memilih pergi, melepas genggamku untuk kenanganmu. Memilih bertahan dengan bayang masalalu yang kutahu melekat dalam jiwamu. Dalam diam hatiku penuh tanya, Apakah aku hanya seorang yang kau korbankan untuk menjadi pelarian? Tidakkah kau mengerti, boneka kecilmu ini pada akhirnya mencintaimu dengan ketulusan?
Kenyataan membuka mataku. Bahwa karena aku hanya seorang pelarian, maka tidak sepantasnya aku menuntut banyak hal, termasuk dicintai. Walaupun celakanya, aku masih saja mencintaimu. Namun aku percaya, skenario Tuhan dalam hidupku kelak akan indah pada waktunya. Terimakasih untuk berjuta kenangan diwaktu yang singkat kemarin. Semoga pilihanmu takkan membuatmu menyesali kelak. Pergilah.. Dan aku akan merelakanmu. Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan hatiku. Doaku menyertai langkahmu, Mas. :')
Strong !!! No galau2 again!
BalasHapusFiiiiii. Stroooong!!!!! Deh nyesek baca blog lu niiii. Sabar pi kuat!!! Him play drama, him get karma. Percaya fii..:')))))))
BalasHapusAgnes dirella: aku udah gakenal kata strong niaaak:')
BalasHapuskurcil: hwaaaaaaa makasi kurcilku yang kayak berbiiiii♥♥ pasti cil!;) aaaaa *kisssshug:*{}