Perjuangan atau sekedar gurauan?

Terbesit dalam benakku tentang perjuanganmu dulu. Tentang bagaimana kamu berjuang melawan rasa sakit untuk mencintaiku. Mengorbankan hatimu untuk melihatku bahagia. Berjuang agar aku tetap tersenyum. Berjuang agar aku tidak terluka. Masihkah itu berdiam dalam ingatanmu? Aku rasa tidak. Aku merasa semua hanya sekedar permainan untuk melawan rasa penasaranmu akan sosokku. Aku rasa kamu hanya datang untuk mengobati luka, lalu pergi dengan meninggalkan bekas yang jejaknya jauh lebih menyakitkan dan tertinggal selamanya. Bagian dari kata kata manis yang selalu menemani malamku hanya sekedar tiupan lembut yang membawaku terbang tinggi. Mengajakku menari diatas awan. Sampai akhirnya tiba, kamu menjatuhkanku ke dasar jurang. Ke tempat paling gelap dari dasar bumi.

Kamu tau? Aku bukan perempuan yang mudah mencintai ataupun berganti hati. Aku bukan perempuan yang mudah melupakan apapun yang meninggalkan bekas dalam hatiku. Seringkali aku dipermainkan, tapi aku bertahan dengan alasan aku masih mampu terluka. Bertahan denganmu menjadi pilihan saat aku tau sosokmu berbeda dari mereka yang pernah ada. Kamu mampu menangani sifatku, menjadi penawar luka dan sebab tawa. Perjuanganmu untuk meleburkan hatiku membuat aku berselimut haru dan berusaha untuk membalas rasa yg tulus untukku. Sulit, saat awal aku bersedia untuk menjadi kekasihmu. Saat itu aku hanya ingin membuatmu bahagia walaupun aku terluka karena aku tidak sedikitpun menyimpan rasa untukmu.

Waktu berjalan, Tuhan begitu adil menciptakan rasa yang seharusnya aku rasakan. Sampai akhirnya aku mencapai titik dimana aku bisa mencintaimu. Mencintai dengan begitu hebat. Mencintai dengan ikhlas. Semua butuh perjuangan dan itu tidak mudah. Saat ini, saat semua yang terjadi harus berakhir, tidakkah sedikit saja terbesit dalam benakmu tentang cinta yang dulu kamu perjuangkan begitu hebat? Tidakkah ada luka ketika semuanya berakhir siasia?

Kamu selalu beranggapan aku berlebihan, melewati batas wajar mencintai. Sayang.. aku ingin bertanya padamu, bagaimana batas wajar mencintai? Yang aku tau semua yang aku lakukan untukmu cukup membuktikan aku mencintaimu. Jika aku berlebihan, lalu bagaimana mencintai seperti batas wajar? Apakah luka dan airmataku yang kamu anggap berlebihan ini bagian dari sandiwara? Atau ini hanya lelucon menurutmu? Iya? Apakah kamu pernah merasakan menjadi seorang perempuan yang berjuang mendaki ketika dia telah mencapai puncak, kamu menjatuhkannya kembali ke dasar jurang? Apakah kamu mengerti rasa sakitnya? Tentu saja tidak. Kamu selalu menganggap aku berlebihan. Hanya itu. Tanpa kamu sadari, berjuang untuk bisa mencintaimu dengan ikhlas itu sulit. Dan saat ini aku harus berjuang melewati pecahan kaca itu tanpamu. Ini bukan lagi sulit, sakit, bahkan aku sudah tidak lagi merasakan sakit karena terlalu sering dalam keadaan yang seperti ini.

Berjuang tidak sebercanda itu, sayang. Posisikan dirimu menjadi aku.Ini luka bukan lelucon. Meremehkan luka menganggap semuanya hanya bagian dari drama yang sedang aku perankan. Lalu apa maumu saat ini? kamu ingin aku pergi dan melupakanmu? BODOH! Adakah perempuan yang mencintaimu begitu hebat seperti aku mencintaimu? Adakah perempuan yang rela mengemis di hadapanmu agar kamu kembali padanya? Saat ini mungkin aku hanya kerikil kecil yang menganggu langkahmu. Suatu hari nanti, ketika Tuhan memutar keadaan, semoga saja tidak ada penyesalan berkepanjangan yang akan menimpamu. Aku mencintaimu.


Komentar