Kenapa Tidak Menjadi Diri Sendiri?

Hai assalamualaikum others, kali ini mungkin aku bakal nulis yang beda dari tulisan-tulisan aku sebelumnya. Yaaah.. sedikit melenceng dari aliran lah haha ups. Aku bakal bahas fenomena yang sering melanglang buana di kalangan remaja jaman sekarang, sebut saja plagiat. Gini, definisi plagiat sendiri menurut aku gak sebegitu buruk asal sesuai dengan porsinya. Kebanyakan mereka yang memplagiat tidak cukup memahami bahwa meniru adalah tindakan yang menipu diri sendiri. Tanpa sadar, mereka bersikap seolah-olah menjadi seperti orang lain. Sedangkan Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihannya masing-masing. Dalam hal ini, tidak ada yang salah dari memplagiat. Kecuali jika si plagiat meniru melebihi batas porsinya.

Beberapa dari mereka nyaman menjadi orang lain. Meski sebenarnya mereka berpeluang lebih ketika mereka mampu menjadi diri sendiri. Beberapa contoh sering aku alami di sosial media seperti Instagram, facebook, twitter, path bahkan blogger. Hobi aku di dunia menulis seringkali di salah gunakan oleh mereka yang notabenenya ingin sekali terkenal. Tulisan-tulisan aku di blogsite semata karena aku ingin berbagi cerita tentang pengalaman hidup yang aku lewati. Aku bukan sosok yang cukup puitis merangkai kata. Namun, beberapa penulis menginspirasiku dengan karyanya untuk menulis dengan gayaku sendiri. Tak jarang dari mereka mengutip kalimat yang aku tulis di blogsite. Beberapa ada yang bertanya terlebih dahulu sebelum mengutip, ada pula yang langsung mengutip tanpa izin. Yaaah.. kebetulan aku orangnya rada kepo dan selalu bisa mengenali karya aku sendiri jadi selalu ketahuan setiap kali ada yang mengutip tanpa izin.

So, beberapa penulis akan merasa karyanya dihargai ketika ada orang lain yang mengutip namun terlebih dahulu meminta izin serta memberi nama penulis setelah karyanya. Karena budaya memplagiat di negara kita sudah tidak asing lagi. Banyak penulis yang merasa bahwa karya mereka hanya dijadikan ajang untuk mengangkat popularitas beberapa orang yang haus akan hal tersebut. Sepatutnya, kita sebagai penikmat tulisan mereka para penulis menghargai karyanya dengan tidak menyalahgunakan karya tersebut.

Disini tulisan aku tidak bermaksud seolah-olah menggurui, namun alangkah baiknya ketika kita menjadi diri sendiri. Jentikan jemari kita dalam bentuk tulisan tanpa disadari menjelaskan tentang diri kita yang sesungguhnya. Banyak sekali cara untuk menggapai popularitas tanpa harus menjadi seperti orang lain. Wajar ketika kita ingin menjadi seperti mereka yang kita ingini, namun cara untuk menggapainya cukup dengan kita menjadi diri sendiri. Karena ketika kita dicinta atau dipuji sebab karya orang lain, kita tidak akan merasa puas dengan diri kita sendiri. So, be yourself? Why not? Karena kita akan lebih disegani ketika kita mampu menjadi diri kita sendiri tanpa embel-embel meniru orang lain atau bahkan menjadi orang lain.

Komentar