Belum lama aku mendalami hatimu, sudah kutemui sosokku yang harus patah. Kamu datang menawarkan kebahagiaan yang berbeda. Dan sekali lagi, aku tergiur olehnya. Aku mengikuti apa yang hatiku ingin, mengikuti jalan kemana kamu membawaku pergi. Menari, tertawa, menikmati segala yang kamu berikan untukku. Hal yang kusebut bahagia. Hingga akhirnya, aku menemui diriku yang harus kembali patah.
Dia, siapa yang harus aku panggil dengan sebutan “DIA”? dia yang hidup di masalalumu ataukah dia yang hidup di masalaluku? Nyatanya, dia yang hidup di masalalumu adalah dia di antara kita. Dia yang meronta agar kamu kembali. Dia pula yang memaksaku harus patah kembali. Adakah kamu mengerti? Aku jauh lebih patah dari apa yang dia rasakan hari ini. Sebab hatimu masih saja berat padanya. Sedangkan yang terjadi belum lama ini berhasil membuatku kembali jatuh cinta. Jangan anggap ini hanya sebuah lelucon belaka, jika nyatanya kamu berhasil menyusun yang patah hingga berhasil mematahkannya kembali.
Pernahkah terlintas dalam benak sedalam apa aku menyerahkan hati padamu? Aku bukan perempuan yang dengan mudah menyerahkan hati. Padamu, kuserahkan tanpa pamrih. Aku bukan pula perempuan tanpa hati. Aku telah patah, lebih dari yang berhasil terlihat oleh matamu. Hanya saja aku tak ingin terlihat bodoh dengan meronta memaksamu bersamaku. Sebab, bukan denganmu saja aku pernah patah. Namun, denganmu lah aku lebih dari sekedar patah.
Mengikhlaskan yang belum sempat termiliki bukan soal mudah yang harus kulewati. Namun aku masih berhati, aku memberimu kebebasan untuk memilih. Meski kutemui hatiku yang harus patah sekali lagi. Sebab aku mempercayai rencana Tuhan lebih indah dari apa yang aku ingini. Termasuk berhasil memiliki.
Tak apa, pergilah, lalui segala yang indah dalam hidup. Jikapun akhirnya aku harus patah, aku bisa apa? Biarlah Tuhan yang bermain dengan kisah kita. Perkara ikhlas hanya perihal waktu saja. Semua akan kembali seperti sedia kala. Percayalah, tak ada kebencian yang membumbung disana. Hanya saja biarkan aku selangkah untuk mundur dan menikmati segala yang telah berhasil patah.
Be strong �� steff
BalasHapusBe strong �� steff
BalasHapus