Bukankah Jarak Menguatkan?


Kutulis kembali kisah tentang kita dan kejamnya jarak. Kejam? aku tak cukup mengerti apakah jarak ternyata mematikan. Aku seringkali dihantui sepi dan beberapa rindu rindu yang mencekam. Rindu yang tak pernah selesai tanpa pertemuan. Juga ketakutan akan sebuah hilang yang terus terbayang dalam ingatan. Sungguh, tak mudah bertahan pada ratusan bahkan ribuan kilometer yang membentang. Rasa yang tak seharusnya ada bahkan menjadi teman yang membuai setiap malam.

Aku tau, ratusan ribu kilometer hanya memisahkan raga bukan hati. Akupun tau, untuk setiap mimpi selalu ada hal yang harus terabaikan. Ntah hati atau raga kita atau bahkan keduanya. Jauh selalu menjadi ketakutan ketakutan panjangku pada setiap perpisahan. Bukan perkara setia, namun perkara rindu yang seringkali menikamku perlahan. Aku bukan perempuan yang cukup tangguh melawan rindu. Melawan setiap dingin malam yang mencekam. Aku selalu gagal untuk tangguh melawan semuanya. Bahkan dengan doa doa panjangku padamu, aku tetap saja tak mampu membendung rindu.

Ntah apa yang akan terjadi pada malam malam selanjutnya, pada bulan bulan panjang yang kulewati tanpamu. Jauh disana aku tak pernah ingin jarak menjadi benteng diantara kita. Namun, bukankah setiap cinta diuji dengan caranya masing masing? Aku bahkan telah melewati banyak hal bersamamu. Melewati segala ujian yang pernah hampir membuatku menyerah. Akupun pernah hampir hilang warasku mendampingimu. Ini juga bukan kali pertama kita diuji oleh jarak, lalu mengapa aku seakan masih ketakutan akan pergimu?

Bukankah jarak itu menguatkan? yaaa.. Kufikir jarak memang kejam, namun nyatanya menguatkan. Seberapa tangguh hati untuk tak goyah oleh godaan. Seberapa hebat kita mempertahankan yang cukup lama kita perjuangkan. Aku tak ingin kalah dengan ratusan ribu kilometer yang menyeretmu jauh dari ragaku. Meski malam seringkali menggoyahkan keyakinanku padamu. Rindupun tak kalah kejam menikamku. Namun, aku tetap pada keyakinanku akan penantian berharga. Akan rindu rindu panjang yang terbayarkan diujung sana. Tetaplah tangguh bersamaku. Dunia harus tau, kita dua cucu adam dan hawa yang tak mudah goyah oleh apapun. Bahkan ratusan ribu kilometer sekalipun. Pulanglah nanti dan rindu rindu kita akan terbayarkan segera.

Komentar