Terlelap Dalam Buaian Desember

Hai, Desember..
Bagaimanakah kabarmu?
Senantiasakah kau baik-baik saja?
Adakah kau datang tepat pada waktunya?

Hai, Desember..
Siapa sajakah yang menantimu di penghujung waktu kali ini?
Apakah purnamamu yang lalu sama seperti malam ini?
Juga fajarmu yang hangat kunikmati

Hai, Desember..
20 tahun kulewati kau dengan tawa
Lalu bagaimana dengan kali ini?
Bagaimana dengan gundahku yang tak ingin kau datang menghampiri?

Hai, Desember..
Mengapa kau terlihat lebih beku dari es diujung utara?
Yang membuatku tak selera menantimu seperti biasanya
Adakah kau rebut tawa dariku yang tak henti jatuh dan cinta?

Hai, Desember..
Kali ini, aku terlelap dalam buaian yang kau sajikan di hari lalu
Aku dibuai oleh alunan-alunan melodi surgamu
Lalu, tak bisakah kau bangunkan sang putri yang terbuai dalam peraduan ini?

Hai, Desember..
Aku bukan lagi sang putri
Bukan lagi si bayi
Yang terlelap dalam buaian
Yang terbuai dalam peraduan
Aku di bangunkan oleh kenyataan
Namun, aku tetap saja hidup dalam mimpi bersama sang purnama
Menjadi sang putri yang terbuai dalam peraduannya

Komentar