Sebab Mencintai Diri Sendiri Nyatanya Perlu


Barangkali kau lupa, kau terlalu menyibukkan diri mencintai dia. Jatuh bangun untuk membuktikan betapa yang tumbuh dalam dadamu benar benar nyata. Kau iris perih relung dada. Kau hujam jantung hingga berdarah. Hanya untuk sebuah pembuktian. Hanya agar dia mengalihkan pandangnya. Kau lupa, bahwa dirimu pun butuh dicinta. Dia yang kau cintai belum tentu mampu mencintaimu sebesar kau mencintai dirimu. Itu sebabnya kau perlu mencintai beberapa bagian dari dirimu yang rela kau lukai hanya untuk mencintainya.

Mencintai kadang memang sebodoh itu. Kau tak pernah menyadari betapa berharganya dirimu jika kau korbankan hanya karena kau ingin dia melihatmu. Jika kau ingin menyadari 1 hal, bahwa yang kau cintai pun seorang manusia. Dia berhati, dia berperasaan sama sepertimu. Namun, adakah dari rasamu yang bisa kau paksakan untuk mencintai manusia selain dia? Adakah perihalnya yang mampu kau lupakan dalam sekejap mata? Tentu saja tidak. Dia pun begitu. Barangkali dia ingin mencintaimu, hanya saja hatinya tak mampu.

Kau tidak akan mampu menebak apa yang berdiam dalam hati manusia. Bagaimana benci dan cinta beradu disana. Memenangkan tempat teratas dalam peraduannya. Kau takkan mampu memahami itu, begitupun kau yang tak mampu memahami bagaimana hatimu. Satu malam, kau ingin membencinya dengan mengembalikan ingatan perihal bagaimana dia pernah menyakitimu. Namun, jingga senja seperti menusuk kalbumu dengan cinta dan kau tak mampu lagi mengelak bagaimana dia hidup dalam sanubarimu. Terkadang, cinta memang semenyedihkan itu.

Dan hari ini, kau sampai pada titik dimana kau lelah terus menerus menusuk belati dalam dada. Kau cinta, sedang dia tidak. Kau rindu, sedang dia menjadi benalu. Kau perlu mencintai dirimu sendiri. Kau perlu mengasihi dirimu yang terbentuk bagai kaca. Mudah pecah. Mudah retak. Dan dia tidak memiliki sedetik saja waktu untuk menjadi obat dari segala luka yang ia sebabkan. Itulah mengapa kau perlu waktu untuk mencintai diri sendiri. Mengasihinya lebih dari kau mengasihi cinta yang tak berbalik kearahmu. Lepaskan. Ikhlaskan saja. Akan ada waktu dimana ia akan berbalik untuk melihat seberapa jauh kau mampu bahagia tanpa mencintainya.


Komentar