Sore itu, terbentang jauh darimu, kunikmati senja dengan secangkir kopi
hangat dan laptop kecilku sebagai tempat melepas segala yang pilu. Lagi dan
lagi, asaku meruntuh. Sinar jingga menyorot mataku, membelenggu, menghantam
sisa-sisa kekuatan yang coba kupertahankan. Disini, ditempat yang berbeda,
berjuta rasa takut menemani setiap langkah yang kupijak. Seseorang yang lebih
dahulu ada dalam hidupmu seringkali menamparku dengan sangat. Ia menghantui
setiap malam, saat dingin menusuk tulang, saat langit-langit kamarku menampilkan
wajahmu dengan bayangan wajahnya. Sungguh, ini lebih menakutkan dari melepasmu
jauh disana.
Pada hari hari biru yang kulewati seorang diri, aku mencoba berdiri
dengan segala kepercayaan yang seringkali terbentuk sebab keterpaksaan oleh
diriku sendiri. Andai bisa kutulis segala rasa takut yang membelenggu, tentu
saja paragraf ini takkan berujung. Bagaimanapun, dia lebih dahulu ada menemani
setiap keras kepalamu. Sedang adaku hanya pelarian oleh lelahmu berjuang
bersamanya. Tak pernah nampak jiwaku ada dalam duniamu, dalam sorot matamu. Dia
masihlah pemenang atas kau yang meski hari ini raganya bersamaku seutuhnya.
Kau takkan pernah memahami apapun dari setiap rasa takut yang sedang
berusaha kutahan. Kau bersamaku tanpa membawa hati yang masih betah dalam
jiwanya. Pilu saja rasanya. Namun, rasaku menolak kepergianmu. Hilangnya kau
akan lebih menampar asaku tak bersisa. Kubiarkan saja rasa takut dan ribuan
luka saat sajaknya masih betah memeluk tubuhmu. Bagaimana rasaku seolah menjadi
urusanku. Dan aku enggan melibatkan kau pun dia dalam setiap ketakutan yang
telah lama berusaha membunuh asaku.
Dia, yang bagaimanapun takkan mampu kugantikan meski segala yang terbaik
selalu kuusahakan. Tak jarang ingin kulepas segala yang mulai memerah dalam
jiwa. Namun, kau tetap saja menahanku tinggal seolah dia telah terbunuh dalam
kenang yang kau kubur dalam dalam. Sedang kutau, kau berada pada titik dimana
kau tak semudah jatuh hati saat melepasnya. Lalu, bisakah kumulai kisah kita
tanpanya dalam jiwamu?
Komentar
Posting Komentar