Sebaik Apapun, Dia Tetap Tak Terganti

Pernah kuminta pada semesta perihal kebaikan padaku, perihal apa yang tak bisa tergantikan mampu kuisi dengan segala kebaikan. Namun nyatanya, aku memang tak cukup baik untuk menggantikan yang lebih baik. Aku sadar bahwa adaku tak seharusnya ada. Kau tak seharusnya datang padaku, pun aku tak seharusnya menyambut kedatanganmu. Aku pernah lupa pada kebaikan yang terlebih dahulu memelukmu. Membangun asa demi asa bersamamu. Aku lupa padanya. Hingga aku menyadari bahwa dia akan tetap hidup, bagaimanapun kau coba membunuhnya.

Aku pernah berusaha berkali-kali hidup sebagai dia atau sepertinya bahkan. Mengisi setiap kekosongan yang ada dalam dirimu. Kuusahakan yang terbaik agar kau tak pernah kehilangan apapun. Bahkan saat tak ada satupun manusia yang ingin tau apa yang sedang menimpa dadamu. Saat kau jatuh, sendiri, susah, senang, sehat atau sakit sekalipun. Kurelakan banyak hal hanya untuk tetap ada di sisimu. Namun aku lupa, bahwa sekeras apapun aku mengusahakan diri, kau tetap hidup sebagaimana kau ketika bersamanya.

Jika kau bertanya padaku, “apa kau lelah?” tentu akan kujawab dengan lantang, “ya, aku lelah sekali”. Berjalan bersamamu memang melelahkan segalaku. Namun pernahkah aku mengeluh padamu perihal bagaimana lelahku? Pernahkah aku memohon dihadapanmu untuk sedikit saja memahami bahwa banyak hal yang harus kukorbankan hanya untuk menemani keras kepalamu? Coba ingat kembali, pernahkah dia melakukan apa yang kulakukan untukmu hingga hari ini? Tidak ada satupun perempuan yang sudi merelakan dirinya terbakar habis hanya agar orang lain tetap menyala. Adakah kau paham itu sedikit saja?

Berkali kali aku berlari menjauh meninggalkan apa yang telah cukup jauh kuusahakan. Kuminta kau kembali padanya bukan sebab lelahku bertahan. Hanya saja aku tau bahwa bagaimanapun kerasku mengusahakan diri, tetap saja aku harus menelan kekalahan perihal siapa yang terbaik. Kau tak perlu menahan seolah kau membutuhkan segalaku. Kau hanya kelelahan dengan kisahmu, lalu berlari padaku, namun tak juga kau temui yang terbaik dari kisah yang baru. Pulanglah padanya, ikhlasku mungkin tak semudah yang bisa kutulis disini. Namun aku menyadari bahwa sebaik apapun, dia tetap tak terganti.

Komentar