Untuk ayah yang kuhormati..
Terimakasih, telah menjadi sebaik-baiknya tulang
punggung dan pemimpin dalam keluarga
Sungguh aku pernah merindukan sosok sepertimu, Pak..
Sosok yang kuharap ada untuk melindungi, mencintai,
juga menjagaku
Sosok yang tidak pernah berhenti kusebut dalam rapalan
doa-doaku
Namun sayangnya, Allah menggariskan hidupku demikian
Hingga aku tak sedikitpun memiliki kesempatan untuk merasakan
arti dari kehidupan yang seutuhnya..
Untuk ayah yang bijaksana..
Terimakasih, telah menghadirkan pria terbaik dalam
hidupku
Mendidik, membesarkan, mengasihinya tanpa lelah
Memberi banyak pelajaran hidup untuknya berpegang
teguh pada pendirian
Menjadikannya manusia yang taat, yang senantiasa
mengingat Allah dalam kehidupannya
Sungguh, hampir hilang kataku untuk berterimakasih
padamu, Pak..
Untuk ibu yang kucintai sepenuh jiwa..
Terimakasih, telah menghadirkan anak laki-laki yang
begitu manis
Senantiasa membimbing, mengasihi, mencintainya
Menjadikannya pria yang begitu memuliakan wanitanya
Memberi cinta dan kasih tanpa pamrih
Merawat hingga menjadikannya seorang pria yang hatinya
begitu luas untuk tempatku tinggal..
Untuk ibu yang hatinya bak malaikat..
Terimakasih, telah bersamanya hingga hari ini
Menemani setiap langkahnya
Mendoakan setiap pijakan yang akan ia hadapi
Mengasihi dengan kasih yang tak mampu kubeli
Adakah kalimat yang lebih pantas dari “Terimakasih”
untukmu, Bu?
Dan..
Untuk ayah dan ibu yang belum pernah kutemui..
Terimakasihku tidak henti terucap karena telah
menghadirkan sosok terbaik ke dunia untuk kucinta
Sungguh, putramu adalah bagian dari detak jatungku
Satu-satunya pria yang berhasil merebut hati ibuku
Pria yang desah nafasnya adalah hidupku
Yang tidak akan pernah terganti meski kau dan semesta
menariknya pergi
Andai ayah dan ibu bersedia duduk barang sebentar..
Akan kukatakan bahwa aku mencintainya lebih dari kuserahkan
hidupku
Segala rontaan jiwa kurelakan hanya untuk menemani
setiap langkah kakinya
Meski cintaku tak mampu mengalahkan besar cintamu
padanya..
Untuk ayah dan ibu..
Bukan maksudku untuk lancang
Maaf jika sajakku berlebihan
Sajak ini kutulis untuk membuktikan betapa kehadiran putramu
adalah bentuk rasa syukurku pada Allah,
Meski kutahu, ayah dan ibu tak bersedia melapangkan
hati untukku.
Aku memang tak sebaik malaikat, tak secantik bidadari,
juga tak sesolihah Khadijah
Namun, untukmu juga putramu..
Aku bersimpuh memohon restumu atasku
Akan kulakukan apapun hanya untuk menemani putramu
hingga akhir
Menjadi sebaik-baiknya perempuan
Juga teman hidup baginya kelak..
Untuk ayah dan ibu..
Tak banyak yang kuminta darimu
Hanya ridhomu padaku agar Allah meridhoi kisah kami
Sebab kutau ridho Allah adalah ikhlasmu padaku dan
putramu
Izinkan aku untuk melengkapi sebagian dari putramu
Akan kujanjikan cinta yang tidak akan pernah habis
Hingga waktunya semesta menghabisiku..
Komentar
Posting Komentar