Mas, terimakasih.. Terimakasih
telah hadir dan menjadi pelangi penderma hujanku. Menjadi satu-satunya yang
selalu ingin memenangkanku. Yang tetap keras kepala mengalahkan egoku. Jadilah hangat
dan menyenangkan. Yang selalu manis meski aku menyebalkan.
Jadilah sabar yang
menenangkan. Teduh yang mendamaikan. Cinta yang memuliakan. Juga jadilah kamu pria
yang kepala batu. Yang bagaimanapun, kau hanya mau aku. Buat seluruh dunia
cemburu padamu sebab kau memiliki seluruh bagian dari diriku.
Tetaplah disampingku dengan
segala kekurangan juga kekeliruanku. Maafkan apapun yang melelahkanmu. Buat semua
perempuan membenciku karena ingin memilikimu. Dunia harus tau bahwa kau layak
diperjuangkan. Sebab kau memang sepantas itu dicintai tanpa panjang penjelasan.
Kau tau, mas, seberuntung
itu aku akhirnya dimiliki olehmu. Atas luka dan cacatku yang kau rawat. Juga lemah
dan rapuhku yang kau jadikan kuat. Lantas apalagi yang tidak kusyukuri saat
Tuhan telah memberiku kamu? Rumah yang bagaimana lagi yang harus kusinggahi
saat kini kamu, rumahku, yang selalu teduh memelukku?
Mas, datanglah padaku saat tak
ada satupun yang bersedia mendengar gundahmu. Jadikan peluk ku satu-satunya
tempat yang kau inginkan saat gusar di dadamu tak mampu kau tahan. Biar aku
duduk disampingmu, mendengar segala resah, meretas asa, hingga kau merasa
baik-baik saja. Sama seperti saat kau menemukanku lalu menyembuhkan
luka-lukaku.
Biarkan aku menjadi
satu-satunya yang melihat bagaimana kacaumu. Agar hanya aku yang mengerti
dirimu. Lepaskan segala kekecewaanmu dalam pundakku. Agar dunia tetap melihatmu
sebagai hati yang tak pernah kecewa. Agar dunia mengingatmu sebagai pria yang
sempurna, tanpa luka.
Namun, terlepas dari semua
itu..
Mas.. Terimakasih..
Terimakasih karena telah
menemukanku. Terimakasih telah menjadi satu-satunya yang mencintai cacat dan
rapuhku. Terimakasih karena tidak pernah lelah menopangku. Terimakasih, karena
perempuan itu adalah aku.
Komentar
Posting Komentar